Skip to main content

Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival (JJF) 2013






Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival (JJF) 2013 is the 9th annual Java jazz festival and held every early March, untuk tahun ini, berlangsung tanggal 1-3 dari hari Jumat sampai Minggu di JIExpo Kemayoran. Begitu masuk JIExpo Kemayoran udah banyak calo tiket yang berjajar dijalan nawarin tiket, usut punya usut emang lebih murah daripada beli on the spot. Beli lewat calo Cuma 200 ribu, sedangkan kalau beli ots resmi hari sabtu harganya sekitar 561 ribu.  Tapi kalau ga kepepet mending beli resmi dari jauh-jauh hari. Tiket JJF sistemnya naik 5 ribu rupiah setiap hari, makanya mending kalau awal pengumuman di web udah ada buru-buru beli tiketnya walaupun jadwalnya masih ga pasti, harganya bisa murah banget. Ditambah banyak promosi, misalnya tahun ini kalau beli pakai debit atau kredit BNI bisa buy 1 get 2 atau pakai T-cash dari Telkomsel bisa diskon 50%.

Masuk ke dalam JIExpo akan terlihat ucapan selamat datang, “Welcome to Java Jazz Festival 2013”. Pengunjung yang datang belum rame dan belum ngantri soalnya masih jam 4 kurang. Sambil nunggu teman kita bisa duduk di booth yang tersedia. Misalnya, gw kemarin duduk di booth Telkomsel, lengkap ada ac, tv, dan air mineral dingin. Lumayan membantu sekali dengan adanya booth seperti itu, pengunjung merasa lebih nyaman ga cape berdiri, dan ga kotor duduk dilantai. Cukup lama gw nongkrong di booth Telkomsel yang nyaman banget itu, terus pas temen gw udah datang, I said thanks to mas-mas Telkomselnya dan dikasih guide book JJF 2013 yang isinya ada peta stage JJF 2013,  dan info special treatment only for telkomsel users. Sangat membantu sekali, wow thanks to Telkomsel.


Setelah berada di dalam gedung, segeralah membeli BNI Pre-paid card sebelum jam rame atau pas mau makan malam bisa ngantri karena hanya dengan menggunakan kartu ini kita bisa membeli makanan, minuman, dan merchandises dalam area JJF. Disana juga dijual Java Jazz Majalah yang berisi seputar artis yang tampil dan schedule. Setelah itu susun rencana mau nonton siapa aja di JJF, mesti ada prioritas yang mau ditonton soalnya beberapa artis main di jam yang sama. 

This is my list: The extra large (16.30-17.45), Clarke/Duke4 (17.00-18.15), MAKAN, BLP (18.45-19.45), James Carter (19.45-21.00), D’masiv (20.45-21.45), Phil Perry (22.00-23.00), and Tompi (22.30-23.45).

The extra large tampil kece bangeeeeet karena mereka main bareng Damez Nababan (saxophone) dan Jordy Waelauruw (trumpet). Kehadiran duo jody-dame membuat penampilan the extra large lebih jazzy dari biasanya. Personil extra large tampil diselingi candaan mereka dan pada  JJF 2013 ini mereka juga berkesempatan menyanyikan single baru mereka yang berjudul IPW, Indah Pada Waktunya haha.  Selain menyanyikan lagi mereka sendiri seperti Selamanya dan katakan, serta cover lagu sheilla on 7 yang berjudul 'Dan'.




Belum usai  penampilan The extra large, gw udah lari ke stage Clarke/Duke 4 karena jam tampilnya mepet. Mereka tampil memukau, dengan membawakan beberapa lagu serta one of the most popular jazz standart, ‘Autumn Leaves’ dan lagu mereka yang paling nge hits ‘Sweet Baby’. Semua penonton ikut bernyanyi, “Oh it's you sweet baby I will never be free from your embrace, Sweet baby only hopin' it's not too late to try again”.


Then, lanjut makan. Penting banget untuk ngejadwal jam makan di JJF biar nonton ga kelaparan. Nah, karena udah diatur, jadi makan pas jam 18.45-19.20 dan itu berbarengan sama BLP yang manggungnya di first media stage yang outdoor percis dekat sama food court, sekalian makan bisa nonton BLP tribute to Weather Report. 


Setelah itu, gw mampir ke Lounge Telkomsel. Registrasi sebentar, lalu kita bisa masuk lounge nya. Disana disediakan beragam fasilitas. Fasilitas penting yang disediakan adalah fasilitas untuk nge-charge, kemudian ada free food and beverages, tempat duduk, tv, bahkan ada fasilitas untuk main playstation (PS) hahha cool ga tuh, anak-anak, remaja, dan bokap-bokap malah tanding main PS sampil terdengar BLP manggung. Boleh lah idenya, kalau bosen nonton bisa refresh main PS :D. Plus-plusnya adalah mba dan mas di lounge Telkomsel baik dan ramah, walaupun gw tau mereka pasti cape banget dari siang udah melayani orang-orang.



Lanjut ke James Carter organ trio di Semeru room. Lumayan ramai di ruangan itu, bangku-bangku depannya udah penuh dan kebanyakan orang bule yang nonton. Penampilan James Carter memukau,  dan fresh ga bikin bosan karena diselingi canda dan interaksi dengan penonton. 

D’masiv jazz project yaah well gw kira bakal sepi dan ga ada yang nonton tapi ternyataa yang nonton banyak banget woow penuhnya Hall D1. Sampai-sampai gw bertanya sama crew JJF, “bener ga sih ini D’masiv yang tampil?” hahha. Walaupun ga beda-beda banget sama lagu asli mereka, tapi memang lebih jazz.  Jazz nya itu di dukung sama penampilan duo kece, Damez Nababan di saxophone dan Jordy Waelauruw (Trumpet), ditambah ada kolaborasi dengan Barry Likumahua. 



Saat yang gw nanti tiba, taraaa penampilan Phil Perry and Brian Simpson di hall B1 jam 22.00. Tapi jam 21.40 gw udah lari ke B1 karena takut padet dan rebutan didepan sama om dan tante-tante. Bener kan, gw sampe di pintu depan hall B1 yang ngantri udah panjang. Berhubung gw obsesi banget nonton Phil Perry jadi gw berhasil mencapai baris depan pintu masuk yang belum dibuka-buka itu. Samping kanan-kiri gw om dan tante semua, ga ada yang seumuran gw, maklum Phil Perry jaya-jayanya dimasa mereka. Pintu masuk pun dibuka wow drorng-dorongan terjadi seperti ngantri sembako dan uang. Walaupun gw pake wedges ternyata gw masih handal berlari. Gw berdiri dibaris terdepan mengalahkan om dan tante-tante itu haha. Phil Perry membuka penampilannya dengan salam, “selamat malam, assalamualaikum” haha dan dijawab dengan kompak oleh penonton. Dia membawakan lagu-lagu hitsnya seperti The Perfect Island Night, If only you knew, one heart one love, The best of me, It might be you, La La Means I Love You. Saat waktunya usai, Phil Perry mengucapkan terimakasih  dan menghilang ke belakang panggung. Tapi ternyata penonton belum puas!! Entah siapa pelopornya, yang pasti kami semua kompak, “we want more! We want more!” berkali-kali dengan suara lantang. Membuat Phil Perry, Brian Simpson dan personil lainnya tidak tega dan mereka kembali hadir membawakan satu lagu. Penonton puas sekali hahaha dan setelah show usai penonton bisa bersalaman dan menyapa Brian simpson dan personil lain, sementara Phil Perry sudah duluan beranjak ke backstage. Banyak penonton yang bilang, “thanks for tonight” atau “see you next year”. Semoga benar tahun depan mereka datang kembali di JJF 2014.






Pertunjukan terakhir yang gw tonton adalah Tompi feat tante devi. Sejujurnya tompi udah sering banget tampil dimana-mana tapi tetep ga bosen ditonton, apalagi ada duo maut yang kece Damez Nababan on saxophone dan Jordy Waelauruw on Trumpet.  Tompi perform telat dari jadwal yang seharusnya. Dan pas gw dateng kaget lah gw, kok tompi main dengan formasi yang beda, saxophonist nya hanya Sebastian (cowo yang biasa dikenal sebagai Bass G), ga ada dame dan jordy, duet maut kece. Karena gw bingung, gw keluar dari hall A2 nyari-nyari info dulu, begitu yakin Dame dan Jordy tetep main bareng Tompi, gw masuk hall A2 lagi.  Benar aja, pas gw masuk pas Tompi berkata, “Ini dia Brass section kita, yang satu dari Indonesia Timur, yang satu dari Indonesia Barat. Jordy dan Damez”. Mereka mengiringi Tompi di 3 lagu terakhir bersama satu saxophonist lainnya. Wow than awesome!! Sebagai penutup dari pertunjukan akhir yang gw tonton. I really enjoyed JJF 2013. Thanks Java Jazz Production, see you next year.





Comments

Popular posts from this blog

Trip ke Pulau Pari